🦁 Dampak Mobil Setelah Turun Mesin
1 Digetok dengan Harga Selangit. Biaya turun mesin memang tinggi. Apalagi jika banyak part yang harus diganti dan membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup panjang. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk memilih bengkel mobil yang memang mampu memberikan estimasi total biaya turun mesin. 2. Mobil Tidak Bisa Digunakan dalam Waktu yang Cukup Lama.
dampakmobil setelah turun mesin. Cara Cek Mobil Bekas Pernah Turun Mesin. 25 Mar 2022 oleh Putri. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tips cara cek mobil bekas pernah turun mesin atau tidak. Jadi
Lalusetelah mengalami turun mesin, diharapkan mobil bekerja dengan baik. Plus kerak-keraknya dibersihkan. Seperti sebelum mengalami kerusakan di knalpot, radiator, busi dan tidak sering-sering overheat. Tapi tentu ada ciri-ciri yang membedakan mobil yang sudah pernah turun mesin dan yang belum. Berikut adalah ciri-ciri mobil pernah turun mesin. 1.
Bisajadi mekanik lupa sehingga mobil tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Mengabaikan Inreyen Habis Turun Mesin Mobil Masih Ngebul, Beberapa mobil memerlukan waktu inreyen setelah turun mesin. Inreyen adalah proses di mana semua part akan menyesuaikan diri dengan cara kerja mobil. Dan memberikan waktu pelumas untuk melumasi semua bagian part.
Jikamobil rusak karena connecting rod nya, efek mobil setelah turun mesin diharapkan lebih stabil dan tidak bergetar. Untuk mencegah hal seperti ini, lebih baik jangan memaksakan mobil berjalan melalui genangan. Ini lebih baik daripada membayar mahal karena turun mesin. Overheating adalah salah satu tanda-tanda masalah pada sistem pendingin.
JAKARTA Mendengar mobil harus turun mesin memang bisa menjadi kabar buruk bagi sebagian orang. Mesin mobil yang dianggap aman-aman saja, suatu waktu mengalami kerusakan parah dan biaya turun mesin juga mahal.. Lalu sebagai orang yang awam mengenai mesin mobil, bagaimana tahu kalau mobil yang dimiliki harus dilakukan turun mesin atau engine overhaul?
Ciriciri mobil pernah turun mesin dengan mengalami hal semacam ini yaitu warna oli mesin yang berubah menjadi kecoklatan seperti susu coklat. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan korosi pada kepala silinder dan sistem sirkulasi menjadi kacau sehingga akan terbentuk buih atau busa pada mesin.
Pernahada kasus di pom bensin, kendaraan yang salah isi bahan bakar karena salah melihat jenis mesinnya. Seharusnya isi bensin, malah diisi solar, atau sebaliknya. Ditambah, satu dispenser pada pom bensin dapat melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin bensin dan diesel. Meskipun berbeda nozzle dan sudah dilengkapi tanda yang jelas, mungkin saja terjadi salah pengisian.
EfekMobil Setelah Turun Mesin yang Wajib Diketahui. Jika sebabnya pencampuran oli dan air, efek mobil setelah turun mesin diharapkan oli bisa menggerakkan mobil dengan baik. Tidak hanya kebocoran pada selang, mobil yang baru melewati banjir juga menyebabkan bercampurnya oli mesin yang efeknya tidak jauh-jauh beda dengan sebelumnya. Untuk
Airradiator yang tidak cukup jumlahnya juga dapat menjadi penyebab mobil turun mesin. Tanda yang bisa kamu amati ketika mobil distarter, lalu air radiator akan berkurang drastis atau bahkan menyembur. Kerusakan bisa terjadi pada silinder head, silinder gasket, atau kebocoran pada radiator, mesin, maupun water pump.
Setelahmengetahui bahwa turun mesin mobil anda mengalami ciri-ciri tersebut pastikan anda mencari opini dari bengkel lainnya tentang masalah mobil anda. Resmi Mulai Senin Ganjil Genap. Biasanya setelah pemakaian mobil sudah melewati lima tahun mobil mulai menunjukkan beberapa masalah. 4 Perawatan Mobil Setelah Turun Mesin yang Sebaiknya Dilakukan.
Prosesdari turun mesin ini bertujuan untuk memeriksa masalah yang terjadi pada mesin mobil, lalu setelah ketemu masalahnya barulah bisa ditangani. Terkadang ketika mendengar kata turun mesin, maka pemilik kendaraan mungkin akan ketakutan, pasalnya proses turun mesin berarti menandakan kalau mobil tersebut mengalami masalah yang serius, dan
TeU99. Ada banyak penyebab turun mesin mobil. Tapi yang pasti, kegiatan ini tentunya jadi hal yang menjengkelkan untuk pengguna mobil. Karena bisa dipastikan, turun mesin akan menelan biaya yang tidak sedikit dibanding perbaikan mobil lainnya. Selain itu, mobil yang mengalami turun mesin juga akan menghabiskan waktu yang tidak cukup satu hari. Alhasil kita jadi tidak bisa menggunakan kendaraan, lantaran mobil ditinggal di bengkel untuk beberapa hari. Nah agar hal ini tidak menimpa kamu, ada baiknya kenali penyebab turun mesin mobil terlebih dahulu. Karena kemungkinan kecil, masalah tersebut datang begitu saja. Pasti ada sebab atau gejalanya terlebih dahulu. Misal ada beberapa tanda yang bisa menyebabkan mobil turun mesin, di antaranya suhu mesin sering panas, oli mesin yang berkurang drastis, mesin pincang akibat busi berkerak, dan knalpot mengeluarkan asap putih. Kalau kamu tahu lebih detail, berikut kami rangkum 7 penyebab turun mesin mobil yang tentunya merepotkan bagi pengguna kendaraan. 1. Water Hammer Efek water hammer terjadi saat mobil baru saja melalui jalan yang banjir, jalan yang tergenang air, atau permukaan air yang tinggi. Penyebab turun meisn mobil yang pertama adalah water hammer alias mesin kemasukan air. Biasanya efek water hammer terjadi saat mobil baru saja melalui jalan yang banjir, jalan yang tergenang air, atau permukaan air yang tinggi. “Water hammer merupakan penyebab turun mesin mobil yang paling sering kasusnya dijumpai, terutama saat musim hujan,” kata Putera, pemilik bengkel mobil di bilangan Otista Jakarta Timur. Air sendiri bisa masuk melalui filter dan mengalir secara terus menerus menuju ruang bakar. Akibatnya, piston dan connecting rod berlubang atau pecah, poros engkol rusak, dan membuat mobil mogok. Cara menghindarinya tentu saja tidak melewati jalan yang permukaan airnya tinggi atau sedang banjir. 2. Oli Bercampur Air Oli bercampur air umumnya terjadi pada mobil yang habis terkena bencana banjir. Penyebab turun mesin mobil lainnya adalah air yang berhasil masuk ke dalam ruang bakar. Hal ini menyebabkan oli dan air jadi tercampur jadi satu. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab turun mesin mobil yang mengakibatkan berbagai masalah seperti merusak lapisan oli di bantalan, korosi, menimbulkan busa, merusak bahan pelumas, dan merusak sistem sirkulasi. Oli bercampur air umumnya terjadi pada mobil yang habis terkena bencana banjir. Atau bisa juga terjadi saat mobil melewati genangan air yang terlalu tinggi atau setelah mobil terendam banjir. “Penyebab lain oli bercampur juga air bisa karena mesin yang terlalu panas atau overheat yang bersumber dari radiator,” tambah Putera. Solusinya bawa mobil ke bengkel agar oli bisa dikuras dan diganti dengan yang baru. 3. Mesin Mobil Overheat Overheat pada mesin bisa menyebabkan kerugian besar pada kendaraan. Penyebab turun mesin mobil berikutnya adalah karena overheat, atau mesin terlalu panas. Ini ditandai dengan mesin mobil yang mati tiba-tiba. Untuk mencegahnya, bila suhu mesin mobil mencapai level panas berlebih, biasanya ditandai dengan jarum temperatur menunjuk huruf H yang ada di indikator panel instrumen. Bila hal tersebut terjadi, segeralah mematikan mesin. Kemudian dinginkan dulu mesin beberapa saat. Setelah di rasa mesin sudah dingin, langsung menuju ke bengkel mobil terdekat atau kalau mau lebih aman bisa towing. Karena mungkin saja sistem pendingin mengalami masalah yang disebabkan karena kipas radiator yang mati, air pendingin yang habis, atau mengalami kebocoran. Kalau hal tersebut dibiarkan, mesin bisa jebol dan mobil kamu harus turun mesin untuk memperbaikinya. 4. Tidak Sadar Pelumas Habis Cek kondisi oli secara berkala Penyebab turun mesin mobil berikutnya adalah mesin yang pelumasnya sudah kering. Oli berperan melumasi bagian-bagian mesin untuk meminimalisir gesekan antara logam di dalam sehingga tidak terjadi pemanasan terlalu tinggi. Bila oli yang digunakan kering atau tidak sesuai spesifikasi, maka akan membuat komponen logam saling bergesekan. Akibatnya bila dibiarkan terlalu lama bisa mengakibatkan kerusakan komponen di dalamnya. Inilah yang bila terjadi, bakal menyebabkan mobil turun mesin. Pasalnya untuk memperbaiki kerusakan komponen mesin, tidak bisa dengan cara-cara sederhana. Harus turun mesin dulu. 5. Timing Belt Putus Timing belt putus juga bisa menjadi penyebab turun mesin mobil. Timing belt sendiri berguna untuk memindahkan tenaga dari poros engkol ke poros noken. Bila timing belt putus, membuat piston dan katup akan saling bertabrakan dan memicu kerusakan salah satunya menyebabkan turun mesin dan kamu harus mengganti saat itu juga timing belt yang terputus. 6. Air Radiator Habis Air radiator berkurang bisa memicu turun mesin. Habisnya air radiator juga merupakan salah satu kasus yang sering menjadi penyebab turun mesin mobil. Oleh karenanya, kamu jangan sampai melupakan cairan ini. Buat mengetahui level air radiator sangatlah mudah. Kamu cukup buka kap mesin, lalu lihat ketinggian air radiator di tabung reservoir yang umumnya berwarna putih. Jika posisi ketinggian air radiator ada di bawah standar, maka tambahkanlah. Hanya saja jangan sampai penuh-penuh, cukup di kondisi standar saja. Pasalnya kalau sampai air radiator mobil berkurang atau bahkan habis, ini bakal memicu mesin overheat. Ini mengakibatkan kerusakan pada silinder head, silinder gasket, atau kebocoran pada radiator, mesin, maupun water pump. Tentunya jadi penyebab turun mesin mobil. 7. Silinder Head Berkarat Silinder head yang berkarat akan membuat beberapa lubang yang menyebabkan oli masuk ke dalam saluran air atau air masuk ke ruang kompresi. Penyebab turun mesin mobil selanjutnya adalah silinder head yang berkarat, sehingga membuat beberapa lubang yang menyebabkan kebocoran di ruang bakar. Karat di komponen mesin bisa disebabkan oleh banyak hal, bisa jadi karena mobil pernah menembus banjir. Hingga perawatan yang tidak benar. Jika sudah begitu, tentu saja mobil kamu harus mengalami turun mesin. Terlebih jika kondisi oli sudah berwarna kecoklatan dan bercampur air radiator. Demikian ulasan terkait penyebab turun mesin mobil. Sekarang sudah tahu kan, apa yang perlu diperhatikan agar masalah itu tidak terjadi? Simak terus untuk update berita terbaru otomotif.
Mobil Avanza merupakan salah satu kendaraan roda empat yang saat ini banyak orang gunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai macam kegiatannya. Akan tetapi, bila tidak dirawat dengan baik, ada kalanya mesin mobil ini akan mengalami Overhaul. Overhaul atau turun mesin merupakan kondisi mobil yang harus mengalami pembongkaran ulang. Tentu saja, biaya turun mesin mobil Avanza ini tidaklah kecil. Baca juga Oli Mobil Terbaik untuk Avanza Untuk melakukan turun mesin sendiri juga sangat tidak mudah untuk dilakukan. Tentunya dengan mengangkat beberapa komponen mesin mobil yang cukup berat, perlu dilakukan oleh yang sudah ahli dalam menangani permasalahan ini khususnya pada mobil Avanza. Variasi Biaya Turun Mesin Mobil Avanza1. Tune up yang tidak menyeluruh2. Ganti oli3. Tidak pernah mengganti spare part yang telah usangKondisi Mobil Setelah Turun Mesin1. Kembali dalam masa inreyen2. Lebih bertenaga3. Terdapat beberapa seal atau gasket baru di mobil4. Mesin tampak bersihDampak Mobil Setelah Turun Mesin1. Performa tidak seperti mobil baru2. Harga jual mobil menurun3. Resiko kebocoran oli sangat tinggi Variasi Biaya Turun Mesin Mobil Avanza Sebelum melakukan turun mesin pada mobil Avanza Anda yang sedang mengalami kerusakan, ada baiknya mengetahui permasalahan yang dapat menimbulkan hal tersebut. Sebab biaya turun mesin mobil Avanza sangat bervariatif tergantung jenis kerusakannya. Berikut estimasi biaya pada umumnya yang perlu orang keluarkan untuk turun mesin dari berbagai macam faktor kerusakan. 1. Tune up yang tidak menyeluruh Mobil yang telah digunakan oleh sebagian besar orang ini tergolong kendaraan yang sering sekali bermasalah. Terutama pada mobil yang jarang sekali dilakukan perawatan, tentunya turun mesin juga akan sering dilakukan. Akan tetapi, beberapa kejadian juga sering dialami oleh orang yang sering melakukan tune up mobil mereka. Apabila Anda mengalami hal tersebut, sebaiknya saat tune up lagi, lakukanlah secara menyeluruh di agen tunggal pemegang merek dari mobil tersebut. Terkadang saat melakukan tune up, hanya dilakukan sebagian saja yang umumnya untuk membersihkan karbon pada bagian atas piston. Bila diulang terus menerus, maka kotoran karbon akan berkumpul di bagian bawah piston dan menyebabkan jebolnya mesin mobil Anda. Apabila hal ini terjadi, setidaknya Anda harus mengeluarkan biaya turun mesin mobil Avanza untuk perbaikan di area piston kurang lebih Rp 1,5 juta. 2. Ganti oli Selain itu, oli mesin yang digunakan untuk mobil itu sendiri juga bisa menjadi salah satu penyebab mengapa harus perlu dilakukan turun mesin. Terkadang orang melakukan pergantian oli tapi tidak mengetahui pelumas yang cocok untuk mobilnya tersebut. Bahkan banyak dari mereka yang tidak mengetahui mengenai pemilihan pelumas, memilih oli yang sangat tidak cocok dengan kondisi mesin mobilnya. Tidak hanya itu, kebanyakan juga akan menggunakan oli-oli yang berkualitas rendah yang bertujuan untuk mengurangi pengeluaran. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku dengan mobil Avanza yang membutuhkan perlindungan ekstra pada blok mesin untuk pergesekannya. Apabila hal tersebut terjadi, tentunya setiap blok mesin yang memerlukan oli akan mengalami kerusakan yang cukup parah. Biaya turun mesin mobil Avanza karena hal tersebut bisa mencapai Rp 1 juta. 3. Tidak pernah mengganti spare part yang telah usang Tidak hanya makhluk hidup, namun mesin juga memiliki umur untuk bisa bekerja dengan kondisi prima. Salah satu penyebab mengapa mobil bisa mengalami turun mesin adalah pengguna tidak pernah mengganti komponen-komponen tersebut untuk diganti dengan yang baru. Apabila salah satu saja spare part yang berusia tua tersebut tetap digunakan, maka akan mempengaruhi kinerja serta umur dari onderdil-onderdil lainnya yang ikut bekerja di rangkaian mesinnya. Banyak sekali kejadian seperti itu yang sering menimpa para pengguna mobil buatan Jepang ini harus mengalami turun mesin. Bahkan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi faktor terjadinya turun mesin ini bisa lebih mahal dari kedua faktor di atas. Tergantung dari kerusakannya, estimasi biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki hal ini kurang lebih antara Rp 1 juta hingga 5 juta. Tentunya harga-harga di atas merupakan biaya pada umumnya yang orang keluarkan saat harus mengalami turun mesin pada mobil Avanza mereka. Sayangnya, biaya turun mesin mobil Avanza tersebut belum termasuk dengan biaya lainnya, seperti jasa teknisinya ataupun pergantian beberapa spare part yang memang diharuskan untuk menggantinya. Terlebih lagi, apabila mobil mengalami kerusakan yang sangat parah, biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai 7 juta lebih. Oleh sebab itu, agar tidak terjadi hal ini sebaiknya Anda selalu rutin melakukan pengecekan terhadap mesin mobil. Dengan rutin melakukan hal tersebut, tentunya Anda bisa mengontrol dan meminimalisir kerusakan pada bagian mobil. Apabila Anda pernah mengalami hal tersebut, tentu performa mobil setelah turun mesin sedikit mengalami peningkatan daripada sebelumnya, bahkan bisa sepadan dengan mesin mobil yang masih baru. Kondisi Mobil Setelah Turun Mesin Setiap kali mobil mengalami turun mesin, tentunya performanya tidak jauh berbeda dengan kondisi di mana mesin masih baru. Setelah mengalami turun mesin, mobil Avanza tersebut akan mengalami kondisi yang sangat umum terjadi. 1. Kembali dalam masa inreyen Setiap bengkel yang telah memperbaiki mobil yang telah mengalami masalah tersebut, umumnya membutuhkan waktu satu hingga dua hari untuk dilakukan pemantauan terlebih dahulu yang menjadikan salah satu faktor mengapa biaya turun mesin mobil Avanza mahal. Baik itu mulai mesin bekerja, aliran water cooler, kinerja pelumas, bahan bakar, hingga mobil tersebut dimatikan. Setelah dilakukan pemantauan, barulah pemilik mobil dapat membawa kembali ke rumah untuk digunakan. Sebelum digunakan, seperti halnya pada mobil baru, kendaraan roda empat yang baru mengalami turun mesin akan membutuhkan waktu inreyen kembali. Sehingga, Anda tidak bisa melakukan pekerjaan berat dengan menggunakan mobil ini, apalagi harus mengangkut beban yang cukup besar. Umumnya, orang akan membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan atau telah mencapai KM terlebih dahulu agar mobil bisa digunakan seperti biasanya. Apabila salah satu dari persyaratan inreyen tersebut sudah terpenuhi, maka mobil baru bisa dipakai kembali. Oleh sebab itu, agar mobil tidak turun mesin kembali, sebaiknya Anda perhatikan poin ini. Sangat disarankan untuk membatasi beban muatan serta kecepatan dari mobil tersebut melaju. 2. Lebih bertenaga Turun mesin merupakan sebuah proses dalam memperbaiki mesin-mesin mobil yang mengalami kerusakan. Selain itu mengganti beberapa bagian komponen mobil yang telah aus juga harus dilakukan selama proses ini. Terlebih lagi dengan membersihkan area piston mobil yang menjadi tempat berkumpulnya kerak yang menyebabkan mesin cepat rusak juga harus dilakukan. Dengan lancarnya kondisi pada saluran bahan bakar serta oli pada mesin mobil, tentunya akan memberikan performa yang pernah Anda alami saat pertama kali membeli mobil tersebut. Selain itu, kondisi yang yang dialami mobil Avanza tersebut juga akan lebih baik daripada sebelumnya. 3. Terdapat beberapa seal atau gasket baru di mobil Seal dan gasket yang terpasang pada mesin mobil merupakan sebuah pertanda bahwa mobil tersebut baru saja mengalami turun mesin. Anda juga bisa menggunakan kondisi ini apabila ingin membeli mobil bekas dari seseorang. Sebab, dengan terdapatnya beberapa cairan perekat ini, menandakan terdapat beberapa komponen yang baru saja dipasang pada mobil tersebut. Bila Anda amati, gasket pada mobil yang telah mengalami turun mesin warnanya tampak lebih cerah dibanding dengan mobil baru pada umumnya yang terlihat kusam. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa menemukan beberapa bagian lainnya yang menandakan mobil baru saja turun mesin pada bagian cylinder head yang terdapat gasket cylinder. 4. Mesin tampak bersih Salah satu kondisi mobil setelah turun mesin adalah komponen-komponen akan tampak lebih bersih daripada sebelumnya. Salah satu yang membuat biaya turun mesin mobil Avanza mahal adalah cara membersihkan bagian-bagian tersebut agar tampak seperti barang baru. Saat ini sudah banyak sekali bengkel-bengkel mobil yang mulai kreatif untuk mengecat kembali pada bagian-bagian tertentu agar tampak lebih menarik lagi sebagai salah satu pelayanannya. Selain pengecatan, terdapat juga pemasangan spare part baru yang tampak jelas lebih bersih saat dilihat. Tentu saja, untuk pemasangan spare part in akan membutuhkan biaya turun mesin mobil Avanza tambahan yang harus Anda keluarkan. Dampak Mobil Setelah Turun Mesin Meskipun kondisi mobil Avanza memiliki performa baru, tidak dipungkiri kalau terdapat beberapa efek mobil setelah turun mesin yang bisa Anda rasakan dengan jelas. Akan tetapi dampak negatif yang bisa Anda rasakan sangatlah kecil dibanding dengan kondisi mobil Avanza yang telah dilakukan turun mesin tersebut. Berikut beberapa efek yang harus Anda ketahui 1. Performa tidak seperti mobil baru Performa merupakan faktor seseorang menentukan pilihan pada sebuah mobil untuk dimiliki. Tentu saja, setelah Anda melakukan turun mesin, mobil sudah tidak memiliki kondisi di mana performanya akan sama seperti halnya dengan yang baru. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa suku cadang yang tidak dipasang seperti pada pabriknya. Selain itu, kondisi mesin baru dengan mesin yang telah dilakukan pembersihan juga sangat berbeda. Apabila mesin yang telah dibersihkan, belum tentu memberikan performa yang maksimal sepeti saat Anda baru membeli mobil tersebut. 2. Harga jual mobil menurun Banyak orang menentukan nilai harga jual pada mobil bekas karena dampak dari turun mesin. Meskipun Anda pernah mengeluarkan biaya turun mesin mobil Avanza yang sangat tinggi, namun harga tersebut tidak akan menutup kekurangan ini. Selain performa yang menurun, tentu saja dikhawatirkan terdapat beberapa kerusakan saat proses perbaikan yang bisa menyebabkan kerugian pada pembeli mobil tersebut. Banyaknya orang yang ingin menjual mobil mereka, akan dilakukan turun mesin terlebih dahulu tanpa memantau lebih lama lagi kondisi mobil tersebut. 3. Resiko kebocoran oli sangat tinggi Apabila Anda melakukan turun mesin di bengkel yang kurang kompeten dalam mengatasi permasalahan mobil, maka kemungkinan besar dampak ini akan terjadi. Pada bagian piston dan area saluran oli lainnya, membutuhkan perhatian lebih, baik itu pemasangan hingga pemberian seal agar tidak terjadi kebocoran. Apabila hal tersebut terjadi, tentunya akan menambah biaya lagi untuk memperbaiki mobil ini. Itulah informasi mengenai biaya turun mesin mobil Avanza beserta kondisinya setelah dilakukan perbaikan. Dengan mengetahui permasalahan yang terjadi pada mobil tersebut yang menyebabkan harus dilakukan turun mesin, tentunya Anda sudah mempersiapkan semuanya. Selain itu, yang harus Anda perhatikan saat hendak melakukan turun mesin, yakni pemilihan bengkel yang tepat. Apabila tidak ingin terjadi kerusakan lebih, sebaiknya kunjungi bengkel yang sudah ahli.
otomotif pasti pernah sering mendengar istilah turun mesin. Apa sih artinya turun mesin pada kendaraan? “Turun mesin istilah yang umum dipakai untuk menggambarkan sebuah porses pelepasan mesin dari mounting kendaraan, proses itulah sebabnya dinamakan turun mesin,” ujar Kustrihadi, Kepala Bengkel Hyundai Simprug, Jakarta Selatan. Kustri menambahkan beberapa penyebab mobil turun mesin, yakni mobil susah start, keluar asap putih, atau bunyi-bunyi aneh pada mesin. “Turun mesin sendiri bukanlah sebuah masalah, melainkan penyelesaian dari masalah mesin mobil tersebut,” jelas Kustrihadi. BACA JUGA Lima Langkah Mudah Bersihkan Kaca Depan Mobil Menurut Kustri ada beberapa hal yang wajib dilakukan pemilik kendaraan untuk mencegah turun mesin. “Untuk mencegah turun mesin, caranya dengan memakai BBM dengan oktan yang baik atau sesuai dengan spesifikasi mesin,” ucap Kustri. Selain itu, gunakan oli mesin sesuai dengan rekomendasi pabrikan dan jangan telat mengganti oli mesin. “Kemudian hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan selalu menjaga kebersihan filter udara,” ungkap Kustri.
dampak mobil setelah turun mesin